Bimbel STAN sebagai agen perubahan

Bimbel STAN

Bimbel STAN sebagai agen perubahan. Merupakan layanan pendidikan untuk mengedukasi calon mahasiswanya. Masyarakat sudah mengenal STAN sebagai pencetak tenaga akuntansi negara. Kapasitas tenaga pengajar jebolan kampus ternama yang professional di bidangnya. Pemerintah melalui Kemenkeu turut membiayai fasilitasnya.

STAN juga berperan pada sektor dalam dan luar. Berperan sebagai agen perubahan yang membawa nuansa berbeda. Nuansa yang tidak sama dengan kampus kedinasan lain. Tapi tidak mengurangi keunggulan pada kualitas pendidikannya. Kualitas tetap terjaga dan selalu di tingkatkan sesuai standar Internasional.

Bimbel STAN
Bimbel STAN

Agen perubahan yang Go-Internasioanal

Menjadi agen perubahan mutlak diperlukan pada lembaga Bimbel STAN. Namun tidak perlu adaptif terhadap budaya dari luar negeri. Melainkan menyesuaikannya dengan budaya dalam negeri. Menjadi agen perubahan bukan berarti merubah suatu sistem secara massif. Agen perubahan bermakna meluruskan hal yang keliru kembali ke koridornya.

Dalam hal ini, penulis sengaja mengambil kata humanis sebagai media perubahan. Sebab, bahasa ini mudah dimengert oleh pembaca. Selain itu, Bahasa yang merujuk pada konsep memanusiakan manusia menjadi manusia utuh. Berikut ini disajikan agen perubahan yang Go-internasional, yakni layanan ospek yang humanis, interaksi senior-junior yang humanis, dan pembelajaran yang humanis.

Layanan ospek yang humanis di bimbel STAN

Ospek adalah orientasi studi dan pengenalan kampus. Tidak ada satu dari kamj yag tidak mengetahui ini. Namun,layanan ospek harus terlihat edukatif dan humanis. Ospek lebih melihat pada dunia kerja yang kelak dihadapi para lulusannya. Dunia kerja memang keras, tangguh, dan penuh tantangan. Tapi bukan berarti sistem ospek bersifat keras atau brutal. Ini yang menjadi tanggung jawab Bimbel STAN ke depannya.

Adaptif ini kelak menjadi agen perubahan yang bisa tereksplorasi secara cerdas. Para senior mengedukasi juniornya untuk mengenal dunia kampus. Tambahannya, tantangan kerja termasuk bagian di dalamnya. Memutus mata rantai kekerasan perlu terlihat sejak bangku junior.

Interaksi senior-junior yang humanis

Perlu ditanamkan bahwa tak selamanya senior menjadi atasan. Dan tak selamanya junior menjadi bawahan. Pembelajaran ini mengingatkan adanya sikap saling menghormati dan menghargai. Kehadiran interaksi senior-junior yang humanis sesuai komitmen Bimbel STAN. Memakan waktu atau proses lama untuk berperan sebagai agen perubahan.

Senior dan junior secara bersamaan berperan sebagai agen perubahan. Interaksi humanis tersebut perlu muncul ke permukaan. Senior dan junior bisa koordinatif dan kolaboratif tanpa memandang tingkatannya. Para senior bisa menularkan pengalamannya kepada para juniornya. Para junior bisa menularkan kelebihannya kepada para seniornya.

Pembelajaran yang humanis di bimbel STAN

Perkuliahan yang berasal dari para dosennya harus terlihat humanis. Pemberian hukuman yang mendidik kepada mahasiswa indisiplin. Komitmen Bimbel STAN perlu terjaga supaya kualitas pembelajaran tumbuh dengan baik. Menjadi humanis yang adaptif pada dunia pendidikan, niscaya membentuk diri menjadi agen perubahan.

Apakah sulit menjadi agen perubahan ? Jawabannya tidak sulit. Patut dicermati bahwa menjadi agen perubahan bukan hanya komitmen biasa saja. Melainkan ragam investasi jangka panjang yang nampak bagus baik internal dan eksternal. Kata humanis merupakan cerminan manusia yang produktif dan manusiawi. Menjadi produktif tidak harus dengan sikap keras, tapi bersamaan dengan perilaku manusiawi.

Agen perubahan dalam dunia akademik bukan berarti semua sistem berubah. Perubahan terjadi pada perilaku akademik manusia tapi tidak berubah semuanya. Singkatnya mengambil yang bagus dan membuang yang buruk. Mengkoreksi yang bagus dan memperbaikinya. Bimbel STAN sebagai agen perubahan selayaknya menjadi pelopor humanis. Humanis yang menjauhi kekerasan dan menciptakan suasana kondusif.

About the Author: Admin